Kristen Protestan Blog
Blog Agama Kristen Protestan tentang Kebenaran Ajaran Firman Tuhan.
Rabu, 16 Juli 2008
Mengapa kita harus mengakui dosa yang kita lakukan?
Mengapa kita harus mengakui dosa yang kita lakukan? Agar bisa berdiam di dalam terang Kebenaran Jahweh, yaitu Injil air dan Roh. Kira harus mengakui kepada Jahweh bahwa kita adalah benih dosa yang tidak bisa tidak melakukan dosa, dan kita juga harus percaya bahwa dengan dibaptiskan, Tuhan menanggung segala dosa dunia yang kita lakukan sampai kita mati. Kita harus percaya bahwa Tuhan kita sudah memikul segala dosa dunia, membawa semuanya ke kayu salib, dan memikul smua kutuk atas dosa dengan mencurahkan darahNya di sana. Adalah dengan percaya kepada kebenaran Injil air dan Roh bahwa Tuhan sudah menjadi Juruselamat bagi orang-orang percaya.

Adalah dengan percaya kepada Injil air dan Roh bahwa kita dibasuhkan dari segala dosa kita, dan adalah dengan iman bahwa kita menjadi umat Jahweh sendiri. Adalah dengan percaya kepada Injil air dan Roh bahwa kita sudah menjadi orang-orang yang sungguh-sungguh tidak berdosa, yang hatinya menjadi putih seperti salju. Saat itulah hati kita menjadi ringan seperti bulu, bisa melayani Tuhan Jahweh yang Kudus sebagai pengerjaNya dan memuji Dia. Saudara seiman, tidak lain dari hal inilah kuasa Injil air dan Roh itu. Yang bisa disebut “Injil kayu salib” yang dipercayai oleh banyak orang di dunia ini mengatakan bahwa kita dikuduskan oleh karena usaha kita sendiri setiap hari untuk tidak melakukan dosa, tetapi kita tidak akan pernah bisa membasuhkan hati kita menjadi putih seperti salju hanya dengan percaya demikian. Kecuali kalau kita percaya kepada Injil air dan Roh, hati kita tidak akan bisa menjadi ringan seperti bulu. Kita tidak bisa tidak melakukan dosa selama hidup di dunia ini, dan kita memang melakukan dosa setiap waktu, tetapi ketika kita percaya bahwa Tuhan kita menanggung segala dosa kita dengan dibaptiskan, menanggung semua hukum atas dosa kita dengan mencurahkan darahNya di kayu salib, dan dengan itu sudah menyelamatkan anda dan saya dari segala dosa kita, kita kemudian bisa menjadi anak-anak Jahweh dengan iman.

Haruskah semua manusia mengenal hakekat aslinya di hadapan Jahweh untuk bisa menjalani kehidupan iman dengan benar? Ya, karena barangsoapa tidak mengenal dirinya di hadapan Jahweh tidak akan bisa percaya kepada Injil air dan Roh Alkitab menjelaskan orang-orang Farisi sebagai orang-orang munafik. Setiap kali mereka melihat seseorang yang sedikit saja najis, mereka mengangkat ujung tangan juban mereka untuk menutupi mata, agar mereka tidak dicemarkan oleh apa yang mereka lihat. Tetapi kenyataannya mereka, juga, najis di hadapan Jahweh. Mereka adalah orangorang yang sama sekali tidak mengenai diri mereka sendiri dan hanya bersemangat untuk merajam orang dengan batu, dan terus mengedepankan Hukum. Ini tidak lain dari gambaran yang menyedihkan akan orang-orang Kristen duniawi jaman ini dan para hamba Iblis. Mereka yang tidak mengenal diri harus belajar dulu dari Socrates. Apa yang dikatakannya? Ia mengatakan sesuatu yang terkenal, “Kenalilah dirimu.” Perkataan yang bijak sekali bukan? Sudah banyak filsuf di dunia ini, tetapi tidak ada yang mengatakan sesuatu yang lebih terkenal dari semboyan ini. Socrates mengatakan sesuatu yang sepadan dengan kebesarannya sebagai seorang filsuf hebat. Banyak filsuf sejamannya yang hanya membanggakan hikmat mereka sendiri, berbicara lantang mengenai asketisme dan hedonisme, dan mengatakan tentang bagaimana orang lain harus hidup. Tetapi Socrates tidak peduli akan mereka dan hanya mengatakan, “Kenalilah dirimu. Sebelum mengatakan sesuatu, pahami siapa dirimu. Ketika kamu memiliki begitu banyak kelemahan, apa yang membuat engkau bisa menilai apakah orang lain benar atau salah?”

Alkitab juga mengatakan hal ini. Jahshua mengatakan, “Hai orang munafik, keluarkanlah
dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu” (Matius 7:5). Ini, saudara Kristen, adalah alasan mengapa kita harus jelas akan keadaan kita, dan bahwa kita adalah makhluk berdosa. Anda perlu memahami bahwa Tuhan kita sudah menjadi Juruselamat orang berdosa yang benar, dan anda perlu memahami bahwa dengan percaya kepada Injil air dan Roh, hati anda akan menjadi ringan seperti bulu. Anda harus mengenali kenyatan bahwa anda melakukan dosa yang tak terhitung sementara hidup di dunia ini, dan anda harus mengakui dosa anda kepada Jahweh setiap hari dengan menempatkan iman anda kepada Injil air dan Roh. Dan anda juga harus memahami bahwa dosa dosa anda tidak lagi ada ddj anda, karena anda percaya bahwa Tuhan sudah menanggung segala dosa anda dengan dibaptiskan. Adalah dengan percaya bahwa Jahshua menanggung segala dosa anda bahwa hati anda akan menjadi ringan seperti bulu. Hati kita adalah hati seseorang yang, dengan percaya kepada kebenaran Injil air dan Roh, sudah mengakui segala dosanya dan menanggungkan semuanya kepada Jahshua. Hati ini adalah hati yang menanggungkan segala dosanya kepada Jahshua Kristus dengan percaya bahwa dosa dosa ini memang sudah ditanggungkan kepadaNya melalui Yohanes Pembaptis—tidak lain dari inilah keadaan hati yang ringan seperti bulu. Apakah anda percaya? Apakah anda percaya bahwa Jahshua Kristus sudah menanggung segala dosa dunia? Apakah anda percaya bahwa Ia sudah menjadi pengganti bagi dosa dosa anda? Apakah anda percaya bahwa Jahshua Kristus adalah Penolong kita? Apakah anda percaya bahwa Ia adalah Tuhan yang sudah menghapuskan segala dosa kita?

Setiap kali kita tersandung karena kelemahan kita, dan setiap kali kita kurang, Tuhan datang kepada kita dan mengatakan, “Aku sudah menanggung dosa itu juga. Aku Juruselamatmu. Aku menanggung segala dosamu. Engkau umatKu, dan engkau anak-anakKu.” Jadi iman inilah yang membuat kita menjadi anakanakNya. Saya bersyukur kepada Jahweh atas anugerahNya yang berlimpah! Rasul Yohanes mengatakan, “Anak-anakku, halhal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pembela pada Bapa, yaitu Jahshua Kristus, yang adil. Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.” Saudara seiman, ada banyak orang yang seperti orang-orang Farisi yang hidup dalam keadaan yang berbalik dengan bagian ini. Orang-orang yang demikian menganggap diri sangat terpuji dan jujur. Anda mungkin pernah menyaksikan beberapa laporan investigasi di TV yang mengungkap tindakan elanggaran dari beberapa orang jahat. Melihat mereka, banyak pemirsa yang menjadi terganggu dan marah. Tetapi kenyataannya adalah bahwa di hadapan Jahweh, tidak diragukan bahwa mereka sendiri sama saja. Baik jurnalis yang mengungkap kisah itu dan juga penjahat yang diungkap kejahatannya sama saja di hadapan Jahweh, yaitu bahwa mereka sama saja manusia yang melakukan dosa setiap waktu. Namun ada beberapa orang yang membiarkan munculnya pikiran yang aneh; yaitu, ada orang-orang yang percaya bahwa mereka bukan orang jahat sama sekali. Tidak lain dari orang yang demikian yang sakit secara kejiwaan. “Saya berbeda dengan penjahat itu.” Mereka yang mengatakan demikian sakit jiwanya dan karena sakit mereka sudah tidak terobatkan lagi dan tidak bisa disembuhkan oleh dokter jiwa yang manapun di dunia ini. Kebanyakan sakit jiwa bisa diterapi, tetapi banyak pasien penyakit jiwa yang menghabiskan semua pilihan terapi mereka dan sudah melebihi kemampuan penyembuhan ilmu pengetahuan pengobatan modern.

Ingat skandal memalukan yang mengguncang Washington beberapa tahun yang lalu? Presiden Clinton diperhadapkan kepada impeachment atas apa yang disebut sebagai “Zippergate.” Kenneth Starr, penuntun profesional yang ditugaskan menyelidiki kesalahan Presiden Clinton, mengadakan penyelidikan secara sangat mendalam. Tetapi apakah anya Clinton satu-satunya orang yang tidak memiliki moral seksual dan hawa nafsu? Saya mau mengatakan kepada Starr dan publik Amerika, “Apakah anda lebih baik dari Clinton? Kenalilah dirimu sendiri!” Alkitab mengetakan, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Jahweh, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Jahshua” (Roma 3:23-24). Dikatakan di sini bahwa adalah karena Tuhan saja bahwa kita semua sudah diselamatkan.

Jangan sampai anda memiliki mata orang-orang Farisi. Jangan sampai anda memiliki hati mereka. Saudara seiman, bisakah seseorang menghukum atau menghakimi orang lain? Tidak seorangpun bisa melakukannya. Tidak ada orang yang bisa menghakimi sesamanya. Ingat kisah mengenai wanita yang tertangkap karena berzinah? Orangorang Farisi dan ahli Taurat ingin merajam dia dengan batu, tetapi apa yang dikatakan Jahshua? Ia mengatakan kepada mereka, “Barangsiapa yang tidak berdosa di antara kamu, biarlah ia yang melemparnya pertama kali” (Yohanes 8:7). Jenis orang yang dianggap oleh Jahshua sebagai orang yang pendendam, usil, dan tidak berbelas kasihan adalah orang-orang Farisi dan ahli Taurat. Ada orang-orang yang demikian tak terhitung banyaknya di dunia ini. Semua orang-orang yang mengaku beragama di dunia ini adalah seperti orangorang Farisi dan ahli Taurat. Dalam kemunafikan mereka, orang-orang yang mengakui beragama di dunia ini mengatakan bahwa mereka suci di luar, tetapi bagian dalam mereka penuh kecemaran. Ketika kita memperhatikan apa yang ada di bagian dalam kehidupan orang-orang yang demikian, kita akan melihat bahwa mereka semua jahat. Inilah sebabnya Jahshua Kristus datang ke dunia ini untuk menyelamatkan orang-orang berdosa demikian dari segala dosa mereka, dan untuk itu, Ia harus dibaptiskan untuk menanggung segala dosa manusia. Saudara seiman, masing-masing dosa dosa kita ditanggungkan kepada Jahshua Kristus sekali untuk selamanya. Dan dengan menanggung segala dosa dunia itu ke kayu salib dan mati di sana, Jahshua sudah menyelamatkan kita yang percaya kepadaNya. Karena itu, dengan percaya kepada Firman Jahweh itulah seseorang bisa diselamatkan secara sempurna, sebagaimana yang dikatakan Alkitab, “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.” (Roma 10:10).

Apa, kemudian, yang harus dipahami dan dipercayai? Kita harus memahami bahwa kitamakhluk tak berarti yang terikat oleh dosa sampai kematian kita, dan kita harus percaya kepada Injil air dan Roh. Dan untuk terus memiliki iman yang demikian, kita harus mengakui dosa yang kita lakukan. Kita harus mengakui semuanya dengan mengatakan, “Tuhan, saya melakukan dosa setiap hari. Tidak ada satu haripun dimana saya tidak melakukan dosa, tetapi setiap hari, saya melakukan segala macam pelanggaran. Tetapi Engkau, Tuhan, menanggung segala dosa itu juga.” Kita harus mengakui keadaan kita sebagaimana adanya, dan kita harus percaya kepada Injil air dan Roh. Kalau kita tidak demikian, kita tidak akan pernah bisa diselamatkan dari segala dosa kita. Bagi kita semua, dengan kata lain, tidak ada yang bisa diselamatkan dari segala dosa kecuali kalau kita percaya kepada Injil air dan Roh.

Dalam 1 Yohanes 2:3-11, Rasul Yohanes melanjutkan dengan menjelaskan, “Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Jahweh, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintahNya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintahNya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Tetapi barangsiapa menuruti firmanNya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Jahweh; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. Saudarasaudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar. Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya. Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang. Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan. Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.”

Titik kunci yang menyimpulkan bagian ini adalah, “Barangsiapa mentaati perintahNya memahami kalau ia berdiam di dalam Jahweh. Tetapi barangsiapa tidak mentaatinya berdiam di dalam kegelapan.” Bagi kita untuk hidup sesuai dengan perintah Jahweh berarti mengasihi Jahweh dan mengasihi sesama. Kalau diringkas menjadi satu ertanyaan, yang menjadi pokok di sini adalah apakah orang-orang benar saling mengasihi atau tidak. Dengan kata lain, yang dipertaruhkan di sini adalah apakah orangorang benar saling membenci atau saling iri hati; apakah orang-orang benar memahami bahwa mereka memang sudah menjadi anak-anak Jahweh; apakah mereka memahami bahwa mereka sudah mengenakan anugerah yang sama yang diberikan oleh Jahshua Kristus dan memberikan penerimaan yang sama kepada sesamanya; dan apakah mereka saling mengasihi. Dikatakan di sini bahwa barangsoapa tidak mengasihi maka ia diam di dalam kegelapan, dan bahwa mereka yang diam di dalam kegelapan dibutakan oleh dosa ini. Rasul Yohanes juga berbicara mengenai perintah yang lama dan yang baru, dengan berkata, “Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar.

Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu.” Apakah baru atau lama, semua perintah itu menunjuk kepada kasih. Sebagaimana Hukum di dalam Perjanjian Lama memerintahkan kita untuk mengasihi Jahweh dan sesama kita seperti mengasihi diri kita sendiri, demikian juga perintah yang baru juga berpusat kepada kasih, yang dikatakan Jahshua kepada kita—“Kasihilah sesamamu manusia, seperti Aku mengasihi engkau.” Mereka yang tidak mengasihi, untuk alasan apapun, melakukan dosa kepada Jahweh, dan mereka sama sekali tidak sedang hidup di dalam kehendakNya. Mereka sangat sombong, melawan Jahweh seolah-olah mereka adalah hakim. Orang-orang yang demikian adalah yang paling jahat. Saudara seiman, pelajaran ini juga bisa diaplikasikan untuk kita, untuk semua saudara dan saudari di dalam iman, dan juga kepada para hamba Jahweh, yang menjalani kehidupan di dalam iman. Tidak ada yang lebih bertolak belakang daripada percaya bahwa diri kita tidak memiliki masalah ketika melihat ke bawah kepada orang-orang yang lebih buruk dari kita, dan untuk menunjukkan semua kelemahan yang dimiliki orang-orang lain sementara tidak bisa melihat kelemahan kita sendiri. Kita kemudian haru sungguh-sungguh saling mengasihi. Kasih ini tidak hanya nampak di permukaan saja, tetapi yang harus terus bertumbuh dari kedalaman hati kita, dengan memahami bahwa sesama orang percaya saudara kita dan umat Jahweh. Hati yang peduli ini harus menjadi milik kita. Barangsiapa tidak memiliki hati yang demikian sedang ada di jalur yang salah. Memanfaatkan kelemahan orang lain untuk keuntungan diri kita sendiri bukanlah kasih. Menjadikan kelemahan orang lain sebagai kelemahan bagi diri kita itulah yang dinamakan kasih. Untuk mereka yang bersukacita atas kelemahan orang lain dan menjadikannya sebagai keuntungan bagi diri sendiri, ini berarti kasih sudah meninggalkan mereka. Mereka tidak sungguhsungguh berdiam di dalam Firman Tuhan. Meskipun mereka mungkin sudah menerima pengampunan dosa, mereka tidak berjalan di dalam Firman. Jahweh tidak bisa bersatu dengan orang-orang yang menjadikan kelemahan orang lain menjadi keuntungan diri sendiri dan bersukacita atasnya, dan mereka akan menjadi jauh dari semua orang yang lain. Di dalam Kristus, kita semua harus bersatu dan saling bersekutu, seperti tepung menjadi adonan.
Sebagaimana tepung bisa menjadi roti dan mi hanya kalau sudah disatukan di dalam adonan, kalau anda masih tepisah-pisah satu dengan yang lain, hal iti tidak akan menghasilkan apapun. Kalau kita saling terpisah maka kita akan dengan gampang terbang tertiup angin. Sebagaimana setiap biji harus diremukkan dan tepung yang dihasilkan kemudian harus dijadikan adonan seleum dibuat menjadi roti, hanya ketika kita orang-orang benar menyatu dan bersekutu dengan Jahweh kita bisa menjadi pekerja yang layak di hadapanNya. Inilah sebabnya kita
harus saling menyatu dan saling mengasihi. Kita semua harus mengingat Tuhan yang sudah menjadi Pembela kita.

Label:

Loading...